BNN Nganjuk Peduli Literasi

Oleh:

Dr. Ali Anwar, M.Pd.I

(Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan)

Luar biasa, ungkapan yang pas saya samatkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk. Kamis 12/9 telah menggelar workshop literasi dengan menggandeng para pengelola majalah sekolah dan madrasah yang ada di Nganjuk. Dengan harapan, yang terkait dengan narkoba, baik preventif maupun kuratif, bisa tersosialisasi melalui literasi.

Metode ini adalah kemajuan luar biasa. Karena selama ini saya melihat, sosialisasi dilakukan cenderung dengan oral dan visual, tidak dengan literal. Metode oral memang lebih praktis dan bisa langsung tersampaikan pada sasaran. Tapi tidak bisa menjangkau dari orang yang tidak ada di lingkungan saat kegiatan, juga berjangka pendek.

Berbeda dengan literal. Literal bisa dibaca siapapun, kapanpun, dimanapun. Juga berjangka panjang karena tercatat dan terdokumen. Apiknya lagi BNN menggandeng para pengelola majalah sekolah. Tentu akan melahirkan keterlibatan para pengelola tersebut terkait dengan sosialisasi narkoba dan akan terkembang melalui literal di lingkungan sekolah. Lingkungan anak remaja. Anak yang menjadi sasaran dalam peredaran narkoba.

Dalam acara workshop, ada beberapa sesi, antara lain sesi penguatan dasar jurnalistik yang disampaikan Mbak Sri Utami, Pimred. Radar Nganjuk. Banyak hal yang dikupas dalam materi. Bagaimana cara membuat berita yang baik dan menarik. Bagaimana melayout majalah yang bagus. Dan bagaimana pola kerja dalam mengelola majalah sekolah.

Sedangkan saya memberi materi terkait dengan penulisan artikel, opini, kolom. Bentuk dan model tulisan ini lebih bebas. Berisi eksplorasi gagasan dan ide bebas dari penulis. Berbeda dengan berita yang harus terikat dengan 5 W 1 H dari suatu kejadian. Bentuk opini ditulis dengan bebas dari tuangan ide dan gagasan penulis. Ide dan gagasan bisa terkait dengan apa saja, terutama kejadian yang sedang terjadi. Misal tema bersinggungan dengan bahaya narkoba dll.

Adapun langkah yang ditempuh adalah, mencari tema yang aktual, mencari refrensi untuk pengayaan, proses penulisan dengan analisis, solusi opini ide dan gagasan penulis, lantas kesimpulan. Setelah selesai, selanjutnya tulisan dirapikan, direnungkan, begitu yakin selesai lantas diterbitkan. Untuk terbit bisa melalui majalah, media masa, dan media sosial.

Jika BNN dalam workshop ini menggandeng para pengelola majalah sekolah, tentu dengan harapan sosialisasi narkoba (untuk preventif) bisa dilakukan di sekolah atau madrasah melalui literasi dengan majalah yang dimiliki. Hal ini adalah salah satu cara yang bisa ditempuh secara efektif oleh BNN. Dimana para remaja usia sekolah yang selama ini menjadi sasaran pengendaran narkoba. Dan melalui literasi adalah cara pelibatan partisipatif terhadap semua pihak di lingkungan sekolah atau madrasah.

Narkoba bisa dijadikan materi dalam penulisan majalah. Materi tersebut sekaligus menjadi bahan atau media sosialisasi terhadap bahaya narkoba dengan berbagai bentuk tulisan. Bisa berupa berita, artikel, opini, kolom, cerpen, puisi dll. Bahkan BNN bisa memfasilitasi diadakannya lomba antar majalah yang dimiliki sekolah atau madrasah, dengan tema terkait narkoba. Dengan demikian akan semakin menggugah semangat dalam berliterasi remaja. Di samping sebagai ajang sosialisasi narkoba.

Nganjuk, 12 September 2019